Aktiva dan Depresiasi
Pengertian aktiva menurut beberapa
ahli
Beberapa
pengertian-definisi Aktiva Menurut Para Ahli yang di ambil dari berbagai macam sumber :
1. pengertian-definisi
Aktiva dalam Wikipedia : Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan
memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan
saldo normal debit.
2. pengertian-definisi
Aktiva Menurut Weygandt (2007:11-12) : aset ialah sumber penghasilan atas
usahanya sendiri, dimana karakteristik umum yang dimilikinya yaitu memberikan
jasa atau manfaat dimasa yang akan datang.
3. pengertian-definisi
Aktiva Menurut Djarwanto PS. (2001:15) pengertian aktiva adalah sebagai
berikut: “Aktiva merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan,
bentuk-bentuknya dapat berupa harta k ekayaan atau hak atas kekayaan atau jasa
yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan.”
4. pengertian-definisi
Aktiva Menurut Mamduh M.Hanafi (2003:24) pengertian aktiva adalah: “Aktiva
adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu dan darinya manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diraih oleh
perusahaan.”
5. pengertian-definisi
Aktiva Menurut Zaki Baridwan : “Aktiva atau harta adalah benda baik yang
memiliki wujud maupun yang semu dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang
diharapkan diperoleh manfaat ekonomisnya”.
6. pengertian-definisi Aktiva Menurut S Munawir
(2002:30) aktiva adalah sarana atau sumber daya ekonomik yang diniliki oleh
suatu kesatuan usaha atau perusahaan yang hargan perolehannya atau nilai
wajarnya harus diukur secara objektif.
7. pengertian-definisi
Aktiva Menurut Thompson yang diterjemahkan oleh skoussen dkk (2001 : 131)
aktiva adalah kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau
dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian
dimasa lalu.
8. pengertian-definisi
Aktiva Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) “ Aset dalam Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) didefinisikan
sebagai sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu dan darimana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh
perusahaan (IAI, 2007). Makna aset yang sama disampaikan oleh International
Accounting Standards Committee (IASC, 1997), yang mendefinisikan: “ An assets
is resource controlled by the enterprise as a result of past events and from
which future economic benefits are expected to flow to the enterprise.Makna
aset yang dikemukakan oleh IAI dalam SAK tersebut pada dasarnya hanyalah
terjemahan dari definisi aset menurut IASC, sehingga bisa dikatakan IAI tidak
mempunyai definisi aset.
9. Pengertian-definisi
Aktiva Menurut Yusuf (1999:22) menerangkan : “Aktiva adalah sumber–sumber
eknomi yang dimiliki perusahaan yang biasadinyatakan dalam satuan uang”
10. pengertian-definisi
Aktiva Menurut Sugiri dan Sumiyana (1996:12) menjelaskan : “aktivaialah manfaat
ekonomik dimasa mendatang yang cukup pasti, yangdiperoleh atau dikuasai oleh
entitas tertentu sebagai hasil dari transaksiatau peristiwa masa lampau.”
11. pengertian-definisi
Aktiva Menurut FASB (1990) mendefinisikan aktiva sebagai berikut: “Aktiva
adalah manfaat ekonomi yg mungkin terjadi dimasa mendatang yg diperoleh atau
dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau
peristiwa masa lalu.
Jenis
Aktiva atau Asset
Ada banyak pendapat mengenai jenis jenis aktiva atau asset. Jenis Jenis
Aktiva atau Asset, diantaranya :
1.
Menurut Haryono Yusup (2003:23)
aktiva dibagi menjadi dua yaitu:
a. Aktiva lancar
b. Aktiva tetap
2. Menurut Zaki
Baridwan (2004:20) aktiva dibagi menjadi tiga yaitu:
a. Aktiva lancar
b. Aktiva tetap
c. Aktiva lain-lain
Kesimpulan dari
jenis aktiva tersebut diatas adalah:
-
Aktiva lancar adalah mencakup uang kas,aktiva lainnya,
atau sumber lainnya yang diharapkan dapat direalisir atau dicairkan menjadi
uang kas atau dijual selama jangka waktu yang normal.
-
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh
dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu yang digunakan
dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan
normal.
-
Aktiva lain-lain adalah aktiva-aktiva yang tidak dapat
dimasukkan dalam kelompok-kelompok lain seperti misalnya titipan kepada penjual
untuk menjamin kontrak, bangunan dalam pengerjaan, piutang-piutang jangka
panjang, uang muka pada pejabat perusahaan dan lain-lain.
Ada juga
yang mengelompokkan Jenis Jenis Aktiva atau Asset sebagai berikut :
1.
Aktiva Lancar atau Aset lancar
Beberapa pengertian Aktiva atau Asset
lancar, diantaranya:
- Aset lancar
(Inggris: current asset) dalam akuntansi adalah jenis aset yang dapat digunakan
dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun.
- Aktiva
Lancar menurut Alimsyah dan Padji (2006;284), “Aktiva lancar adalah harta
perusahaan yang dapat ditukar dengan uang tunai dalam waktu relative singkat,
biasanya ukuran waktunya yang dipakai ialah siklus usaha atau tahu buku, yang
termasuk aktiva lancar ialah uang kas, rekening giro bank, investasi jangka
pendek, piutang usaha, persediaan barang dagang, biaya dibayar dimuka, wesel,
dll..”
- Aktiva Lancar
menurut S. Munawir (2004;14), “Aktiva lancar adalah uang kas atau aktiva
lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang
tunai, dijual atau dikonsumer dalam periode berikutnya (paling lama satu tahun
atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal).”
- Dari
pengertian aktiva lancar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa aktiva lancar
adalah aktiva yang dapat dijadikan uang dalam waktu yang singkat dalam kurun
waktu kurang dari satu tahun yang terdiri dari kas, rekening giro, piutang
usaha,persediaan, wesel dan lain sebagainya.
Contoh aktiva lancar atau asset lancar antara lain adalah kas, piutang,
investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka.
Pengelompokkan Aktiva Lancar atau Asset Lancar
·
Menurut Abdulah Shahab (2001:52) yang
termasuk ke dalam kelompok aktiva lancar adalah:
1. Kas
2. Surat berharga
3. Wesel tagih
4. Piutang dagang
5. Persediaan barang
6. Beban dibayar dimuka
·
Menurut S. Munawir (2004;14) yang
termasuk ke dalam kelompok aktiva lancar adalah sebagai berikut:
1.Kas
1.Kas
2.Investasi
3.Piutang wesel
4.Piutang dagang
5.persediaan
6.piutang penghasilan
7.persekot
Kesimpulan dari
kelompok aktiva lancar diatas adalah:
1. Kas atau
uang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan. Uang tunai
yang dimiliki perusahaan tetapi sudah ditentukan penggunaannya (misalnya uang
kas yang disisihkan untuk tujuan pelunasan hutang obligasi, untuk pembelian
aktiva tetap atau tujuan-tujuan lain) tidak dapat dimasukkan dalam pos
kas.
2. Investasi
jangka pendek (surat-surat berharga atau marketable securities). Yaitu
investasi yang sifatnya sementara (jangka pendek) dengan maksud untuk
memanfaatkan uang kas yang untuk sementara belum dibutuhkan dalam operasi.
3. Piutang
wesel, adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain yang dinyatan dalam suatu
wesel atau perjanjian yang diatur dalam suatu undang-undang.
4. Piutang
dagang, adalah tagihan kepada pihak lain (kepada kreditor atau langganan)
sebagai akibat adanya penjualan barang secara kredit.
5. Persediaan,
adalah semua barang-barang yang diperdagangkan yang sampai tanggal neraca masih
digudang atau belum terjual
2. Aktiva atau Asset Investasi Jangka Panjang
Beberapa pengertian Aktiva Investasi Jangka Panjang, diantaranya
Beberapa pengertian Aktiva Investasi Jangka Panjang, diantaranya
Aktiva Investasi adalah bentuk
penyertaan jangka panjang di luar kegiatan usaha pokok perusahaan.
Contoh :
Surat-surat berharga, Saham, Obligasi, dll.
a. Aktiva Tetap
atau Asset tetap
Pengertian aktiva tetap menurut beberapa ahli, diantaranya:
Pengertian aktiva tetap menurut beberapa ahli, diantaranya:
- Pengertian
aktiva tetap menurut PSAK 16 (2004 : 16. 1) menyatakan bahwa ; “Aktiva tetap
adalah aktiva tetap yang berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau
dengan dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan dan
mempunyai masa manfaat lebihdari satu tahun.”
- Menurut IAI
melalui PSAK No.16 (2004:16.2) mengemukakan pengertian aktiva tetap sebagai
berikut: “aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap
pakai dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan
tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan
mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.”
- Menurut
Jerry J. Weygandt (2007:566) yang di alih bahasakan oleh Ali Akbar Yulianto,
Wasilah, dan Rangga Handika, mengemukakan pengertian aktiva tetap sebagai
berikut: “Aset tetap (plant assets ) adalah sumber daya yang memiliki tiga
karakteristik: memiliki bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional, dan
tidak untuk dijual ke konsumen.”
- Menurut
Warren, Reeve & Fess (2006:504) yang di alih bahasakan oleh Aria farahmita,
Amanugrahani dan Taufik hendrawan, mengemukakan pengertian aktiva tetap sebagai
berikut: “aktiva tetap (fixed assets ) merupakan aktiva jangka panjang atau
aktiva yang relative permanen.”
Dari beberapa pengertian diatas
dapat ditarik kesimpulan bahwa aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang
dimiliki perusahaan yang digunakan dalam operasi perusahaan tidak dimaksudkan
untuk dijual dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
Sedangkan pengertian aktiva tetap
secara umum dalam akuntansi adalah aset berwujud yang memiliki umur lebih dari
satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas. Jenis aset tidak lancar ini
biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk
dijual kembali. Contoh aset tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik,
alat-alat produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor,
kom puter, dan lain-lain. Aset tetap biasanya memperoleh keringanan dalam
perlakuan pajak. Kecuali tanah atau lahan, aset tetap merupakan subyek dari
depresiasi atau penyusutan.
· Menurut S.
Munawir (2007:17) jenis-jenis aktiva tetap adalah sebagai berikut:
a. Tanah yang
diatasnya didirikan bangunan atau digunakan operasi, misalnya sebagai
lapangan, halaman, tempat parkir dan lain sebagainya
b.Bangunan,
baik bangunan kantor, toko maupun bangunan untuk pabrik
c. Mesin
d. Inventaris
e. Kendaraan
dan perlengkapan atau alat-alat lainnya.”
3. Aktiva atau
Asset Tidak Berwujud
Aktiva atau Asset tak berwujud
adalah harta yang tidak memiliki bentuk tetapi sah dimiliki perusahaan dan
dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
Aktiva atau Asset Tidak Berwujud
(Inggris: intangible asset) adalah jenis aset yang tidak memiliki wujud fisik.
Jenis utama aset tidak berwujud adalah hak cipta, paten, merek dagang, rahasia
dagang, dan goodwill. Aset jenis ini mempunyai umur lebih dari satu tahun (aset
tida k lancar) dan dapat diamortisasi selama periode pemanfaatannya, yang
biasanya tidak lebih dari 40 tahun.
Jenis Jenis Aktiva Tidak Berwujud:
1. Patent/oktoroi 18 th
2. Hak cipta 28 th
3. Merek dagang 20 th
4. Franchise
5. Goodwill
6. Biaya penelitian & Pengembangan
7. Biaya pendirian perusahaan
8. Leasehold
9. Beban yang ditangguhkan
4.
Aktiva atau Asset LainAktiva atau Aset lain adalah
perkiraan atau akun yang tidak dapat dikategorikan pada harta atau aset di atas
baik dalam bentuk aset tetap, aset investasi, aset tak berwujud dan aset lancar.
Contoh : Mesin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah, dan lain-lain.
Contoh : Mesin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah, dan lain-lain.
Depresiasi
Depresiasi adalah
penurunan dalam nilai fisik properti seiring dengan waktu dan penggunaannya.
Dalam konsep akuntansi, depresiasi adalah pemotongan tahunan terhadap
pendapatan sebelum pajak sehingga pengaruh waktu dan penggunaan atas nilai aset
dapat terwakili dalam laporan keuangan suatu perusahaan.
Depresiasi adalah biaya non-kas yang
berpengaruh terhadap pajak pendapatan. Properti yang dapat didepresiasi harus
memenuhi ketentuan berikut:
1. Harus
digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan.
2. Harus
mempunyai umur manfaat tertentu, dan umurnya harus lebih lama dari setahun.
3. Merupakan
sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami peluruhan/ kehancuran, usang,
atau mengalami pengurangan nilai dari nilai asalnya.
4. Bukan inventaris, persediaan atau
stok penjualan, atau properti investasi.
ISTILAH DALAM DEPRESIASI
Beberapa istilah yang sering
dipergunakan didalam depresiasi, adalah:
1.
Depresiasi adalah penurunan nilai dari suatu asset. Jumlah depresiasiDt selalu
dihitung tahunan.
2. Biaya
Awal(First Cost atau Unadjusted Basis) adalah biaya pemasangan dari asset
termasuk biaya pembelian, pengiriman dan fee pemasangan, dan biaya langsung
lainnya yang dapat dideprisiasikan termasuk persiapan asset untuk digunakan.
Istilah unadjusted basis atau simple basis, serta simbul B dipergunakan ketika
asset masih dalam keadaan baru.
3. Nilai
Buku(Book Value) menggambarkan sisa, investasi yang belum terdepresiasi pada
buku setelah dikurangi jumlah total biaya depresiasi pada waktu itu. Nilai buku
BVt selalu ditentukan pada akhir tahun.
4. Periode
Pengembalian(Recovery Period) umur depresiasi, n, dari asset dalam tahun untuk
tujuan depresiasi.
5. Nilai
Pasar(Market Value) Perkiraan nilai asset yang realistis jika asset tersebut
dijual pada pasar bebas.
6. Tingkat
Depresiasi (Depreciation Rate atau Recovery Rate) adalah fraksi dari biaya awal
yang diambil dengan depresiasi setiap tahun. Tingkat ini adalah dt, mungkin
sama setiap tahun yang sering disebut dengan straight-line rate atau berbeda
setiap tahun pada periode pengembaliannya.
7. Nilai
Sisa (Salvage Value) Perkiraan nilai jual atau nilai pasar pada akhir masa
pakai dari asset tersebut. Nilai sisa SV.
METODE PERHITUNGAN DEPRESIASI
Secara umum, metode perhitungan
depresiasi dibagi dua, yaitu:
1. Metode klasik, terdiri dari:
a. Metode
garis lurus (straight-line, SL).
b. Metode
declining balance (DB).
c. Metode
sum-of-the-years-digits (SYD).
2. Sistem
perolehan biaya dipercepat termodifikasi (Modified Accelerated Cost Recovery
System, MACRS).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
membutuhkan saran dan kritik yang membangun