BACALAH

MEMBACA ADALAH JENDELA DUNIA

Jumat, 31 Januari 2014

contoh cerpen remaja - jawaban dari masa penantian

JAWABAN DARI MASA PENANTIAN
KARYA : MUHAMMAD MIFTACHUR RAHMAT  

     "KRIIIIING KRIIIIIIING..." , ini adalah tanda masuk kelas di madrasah aliyah masyhudiah, bel sekolah diwilayah gresik ini selalu berdering jika jam dinding yang terpasang di depan gerbang sekolah sudah menunjuk keangka 12.00, dan sebentar lagi seorang penjaga pintu gerbang akan menutup pintu gerbang sekolah tersebut.
     Lembayung terlihat duduk di bangku belakang disamping jendela sambil melepas kelelahannya karena perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke sekolahannya.Sesekali lembayung melihat keluar kelas , dia menunggu sahabatnya yang duduk tepat disampingnya.Lembayung menunggu sambil menggerakkan kipas lipat yang sedang dipegangnya, agar rasa gerah yang ada pada dirinya secepatnya menghilang bersama tetesan keringat yang mengering.
    Tampa sadar pikiran Lembayung melambung, dalam hatinya berkecamuk sebuah perasaan yang selalu mengganggu hari harinya. Pikiran Lembayung sedang terarah pada Senja. Sosok lelaki yang mampu memikat hati seorang lembayung. Sudah dari awal kelas 10 sampai kelas 12 aliyah saat ini, lembayung menaruh hati pada Senja. Rasa cinta yang selalu mendobrak pintu hati lembayung, meminta agar secepatnya terlontar dari mulutnya.Tak mudah menyimpan perasaan selama ini, rasanya inin cepat cepat berakhir, keluar dari belengu cinta dalam hati.
    kelas 12 program IPA yang ditempati lembayung belajar , sudah hampir penuh.Namun sahabatnya belum juga terlihat. Dari jauh tampak seketaris kelas menenteng sebuah absensi siswa dan selembar surat, ternyata hari ini sahabat yang sedang di tunggu Lembayung tidak masuk sekolah karena sakit, hati Lembayung mulai mengomel " huh.. sudah menunggu lama, eh ternyata ngak masuk sekolah, jadi duduk sendirian.. "
    Serentak hati Lembayung berganti arah, matanya terbelalak lebar, jantungnya bergetar hebat, melihat Senja seorang yang sangat dipuja dalam hati Lembayung itu mulai memasuki kelas. lelaki dengan rambut lurus hitam mengkilat dan mata yang tajam semakin melengkapi susunan wajah yang menawan, di tambah senja adalah bintang kelas setiap tahunya,membuat lembayung semakin terpesona dan cinta dibuatnya, Senja duduk di bangku paling depan dekat meja guru.
   Hati Lembayung semakin menggebuh gebuh, ingin rasanya dia menyatakan cinta kepada Senja. Namun lembayung sadar akan kodratnya sebagai perempuan, dia tidak mungkin memulainya. Bibir lembayung sedikit berbisik " aaarrrgghh... ya Allah , bantulah hambamu ni, berikan aku jalan yang terbaik."
    Tidak lama kemudian, guru matematika memasuki ruangan kelas, mengucapkan salam kepada semua siswa kelas 12 program IPA, lalu guru tersebut mengawali pelajaran siang ini tentang program liniear. lembayung bergegas mengambil buku tulis serta kitab matematika yang berada di dalam tas warna biru miliknya, dan membukanya pada halaman 13.
    Lembayung mencoba memahami pelajaran yang diterangkan guru matematika pada papan tulis putih. Namun pandangan lembayung terhalangi oleh Senja, tapi Lembayung tidak merasa jengkel pandangannya telah terhalangi, karena yang menghalanginya adalah pujaan hati yang selalu disanjungnya.
    Pemikiran Lembayung mulai teralih, yang awalnya memikirkan pelajaran, menjadi memikirkan sosok Senja. Dalam hatinya lembayung bertekad untuk menyatakan perasaannya itu, tetapi dalam hati kecil Lembayung merasa takut, apabila cintanya itu bertepuk sebelah tangan.
    Tepat pukul 15.30 , bel sekolah berdering kembali dengan lantangnya, "kriiiinngg... kriiinng...", bertanda waktu istirahat. Semua siswa kelas 12 program IPA bergegas keluar dari ruangan kelas, diantara mereka ada yang menuju mushollah sekolah untuk melakukan ibadah sholat ashar, sebagian lagi ada yang menuju ke kantin sekolah untuk membeli sebungkus makanan ringan buat mengisi perut yang kosong. Begitupun Lembayung , dia bermaksud membeli sebotol minuman dingin untuk menghilangkan dahaganya.
    Seusainya dari kantin Lembayung langsung menuju ke kelasnya. Di tengah perjalanannya, Lembayung bertemu dengn Senja di sebuah anak tangga di samping tempat wudhu mushollah. Lembayung pun menyapa Senja.
 " Hai Senja...??"
Senja pun dengan serentak membalas sapaan lembayung dengan nada lembut " hai juga lembayung, abis dari mana...??? "
Lembayung dengan sekejap merasa gemetar jika didekat Senja.Jantungnya dag dig dug dengan kencang sekali, rasanya ingin lepas, dan Lembayung hanya bisa memandangi mata Senja dengan grogi, mulutnya serasa terbungkam , tidak bisa mengungkapkan kata kata. Senja pun mulai heran dengan sikap Lembayung yang tiba tiba terdiam.
    Sambil menggerakkan tangan kekanan dan kekiri di depan wajah Lembayung, Senja mencoba bertanya,
" Lembayung...???,kenapa kok diam...???".
 Lembayung akhirnya tergugah dari lamunannya."oh, maaf... ini aku habis dari kantin..". Semakin lama memandang mata senja, semakin hati Lembayung bergejolak ingin menyatakan prasaannya sekarang, namun kata kata cinta yang sudah terangkai manis dalam hatinya tidak bisa keluar dari mulutnya, Lembayung hanya bisa berbisik dalam hatinya," Andai kamu tau perasaanku,, aku sangat menginginkanmu.." Lembayung menghela nafas panjang, mencoba keluar dari gejolak hatinya.
" ya sudah kalau begitu, Aku mau ke toilet sebentar". kata Semja .
 Lembayung dengan segera menganggukkan kepala dan membiarkan Senja berlalu di depannya.
    kelas mulai dipadati kembali sebelum pelajaran terakhir di mulai. Lembayung masih saja duduk terpaku merasakan gejolak hati yang kembali hadir. Hingga waktu pulang sekolah lembayung masih termenung,mencoba mencari cara untuk keluar dari rasa yang mengganggu dalam hatinya.
    Dengan segala keberanian yang ada dalam hati Lembayung . Dia perlahan lahan mendekati Senja yang sedang bergegas mau kembali pulang kerumahnya. Dari jauh Lembayung memanggil nama Senja dengan hati yang  di selimuti rasa grogi.
 " Senja.." suara itu terdengar lirih.
Senja pun menoleh, " Ada apa lembayung...???"
 Dengan rasa gugup yang ,menguasai diri Lembayung di ungkapkannya rasa itu. " aku.. aku.." Kata kata Lembayung sedikit terbatah batah.
 " aku mau kamu tau..."
 Dengan rasa penasaran Senja menjawab, " Kamu mau memberitahuku apa lembayung..??"
 keyakinan Lembayung semakin bulat untuk mengungkapkan perasaannya.Dalam hatinya lembayung kembali berbisik," yang penting aku ingin menyatakan perasaanku, agar senja tahu apa yang selama ini aku rasakan, entah dia mau atau tidak untuk menerimaku." Lembayung kembali mengambil nafas panjang , dalam hatinya bercampur semua rasa, bergejolak saling berbenturan satu sama lain,
" aku cinta dan suka kamu..." kata Lembayung sambil menundukkan kepalanya, telapak tangan lembayung mulai terasa dingin, di selimuti perasaan yang was was dan gerakkan yang sangat terbatas.
      Bersama rasa heran Senja memandangi lembayung . Suasana menjadi hening. Rasa tak percaya merasuki Senja , lelaki yang berstruktur lebih tinggi dari lembayung ini merenungkan kata kata yang terlontar dari bibir manis sang Lembayung di benak hatinya.
     " iya... aku juga cinta dan suka kamu kok..." kata Senja tegas.
Lembayung kaget mendengar itu, ada rasa percaya dan tidak percaya bercampur aduk dalam hati lembayung.
dengan mata berbinar binar, " apakah ini mimpi...?" kata Lembayung terperanga.
 " tidak, kqamu tidak bernimpi, ini sungguhan..." Senja mencoba meyakinkan Lembayung. " Tapi ada satu hal yang ingin aku katakan kepadamu.."
    Rasa was was yang ada pada hati lembayung perlahan menghilang berganti dengan rasa senang.
" Apa itu...??" kata Lembayung penasaran.
    " kita boleh saja saling suka dan memulai kisah cinta kita, tapi ingat, kita masih pelajar. Dan belajar adalah periorotas utama, aku tidak mau masa belajar kita terganggu dengan keegoisan cinta kita nanti." Denagn mata yang tajam , Senja menatap wajah Lembayung.
     " Lembayung , aku ingin masa pacaran ita di jadikan motivasi belajar, agar kita tidak menyesal lain hari..."
      Akhirnya rasa yang ada selama ini terkuak ke permukaan jalinan cinta. Mereka berdua kini melangkah pulang bersama sama. Didampingi matahari yang juga ingin kembali ketempat peraduannya, Lembayung Senja bertabur rasa bahagia disetiap hentakan kaki mereka.
      lembayung tersenyum kepada Senja. Dengan rasa puas di hatinya karena mendapat JAWABAN DARI MASA PENANTIANNYA.

                                                                      -SELESAI-

 Miftachur rahmat
6  OKTOBER 2011

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA , JANGAN LUPA KOMENTAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

membutuhkan saran dan kritik yang membangun