PECINTA ALAM
Pecinta
Alam mempunyai arti yang sangat luas, sehingga menimbulkan banyak pengertian
dari setiap individu, termasuk Saya. Menurut Saya Pecinta Alam berasal dari
kata cinta yang artinya menyayangi,mengasihi,mengagumi,menyukai. Pecinta disini
sebagai subjek, yang berarti pelaku , sedangkan Alam sendiri sebagai objek /
sasaran. Jadi Pecinta Alam adalah individu atau kelompok yang
menyayangi,mengasihi,mengagumi,dan menyukai alam (lingkungan).
Beberapa
pendapat tentang Pecinta Alam memang sangat banyak, diantaranya ada yang
mengartikan Pecinta Alam adalah seorang aktifis yang berorientasi dalam
penyelamatan lingkungan hidup, pendapat lain menyebutkan Pecinta Alam adalah
tempat menyalurkan bakat atau hobby dengan menggeluti atau mencari tantangan di
alam bebas agar mempunyai kepuasan tersendiri. Apapun pengertiannya janganlah
lantas kita saling menyalahkan dan menganggap diri kita ini paling benar,
setiap orang berhak menyampaikan pendapat dan aspirasinya.
Saya
sudah mengenal apa itu Pecinta Alam sejak dari bangku SMA, dari awal membaca
buku tentang Pecinta Alam, mendorong Saya untuk terjun lebih dalam ke dunia
Pecinta Alam. Dan akhirnya Saya memutuskan untuk bergabung pada organisasi
Pecinta Alam di sekolah tercintaku, nama organisasinya adalah MAGMA.
Salah satu tokoh yang menginspirasi
saya untuk terjun ke dunia Pecinta Alam adalah Norman Edwin.
Dia adalah seorang
aktifis petualang alam terbuka yang pemberani dan suka membantu sesama. Selain
berpetualang Dia juga sebagai wartawan Kompas, pada tahun 1980an dia sering
menulis di beberapa majalah dan surat kabar tentang penjelajahan alam tentunya. Di mata para pendaki Indonesia, mengenang
Norman sebagai pelopor pendakian ke berbagai gunung ternama di dunia. Norman
meninggal dunia pada bulan April 1992 saat melakukan ekspedisi Seven Summit
(Aconcagua, Aartensz Pyramid, McKinley di Alaska (Amerika Serikat), Kilimanjaro
di Tanzania (Afrika), dan Elburs di Rusia). Bersama temannya yang bernama
Dediek Samsu Wahyu Triachdi di ketinggian 6.959 mdpl Gunug Aconcagua.
Setelah
lulus SMA, Saya melanjutkan ke Perguruan Tinggi, di situ Saya mengikuti Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam yang bernama HIMAPALA Teratai Hijau, dan
aktif sebagai ketua umum dalam UKM Pencinta Alam Tersebut. Sebagai
ketua Saya dituntut untuk menjadi insan yang disiplin,mandiri,tegas,dan
bertanggung jawab, bisa membawa seluruh anggotanya untuk ikut andil dalam
pelestarian alam. Tak hanya itu Saya bersama semua teman-teman juga berperan
dalam aksi sosial dan budaya, misalnya donor darah atau memberi sumbangan
kepada korban bencana alam yang merupakan salah satu program kegiatan kami.
Seperti
yang terjadi tahun tahun belakangan ini, banyak bencana alam yang terjadi, itu
tak lain adalah karena ulah manusia juga, seperti longsor dan banjir, sepertinya
setiap tahun kata kata itu tak asing terdengar di telinga Kita, lalu apa Kita
harus diam saja..?, Membiarkan puluhan nyawa hilang karena bencana yang di
tiimbulkan akibat tangan kita yang suka jail menebang pohon tampa tahu resiko
apa yang bakal terjadi.
Dengan
bencana alam yang sering terjadi mendorong Saya dan teman teman untuk melakukan
perubahan. Dimulai dari diri kita sendiri dulu, dengan membiasakan diri untuk
tidak membuang sampah sembarangan, dan di lanjutkan dengan sebuah perubahan
besar, mengajak masyarakat untuk ikut menghijaukan perkarangan rumah, dan
menanami pohon pada lahan-lahan yang tandus. Setidaknya dengan perubahan
perubahan yang kami buat akan mengurangi bencana alam yang sering terjadi di
bumi kita, menyelamatkan nyawa seseorang dari ancaman bencana alam.
Semoga
saja dengan sedikit perubahan , kita bisa mewariskan keindahan alam yang di
berikan Tuhan Yang Maha Esa ini kepada anak cucu Kita nanti, agar mereka bisa
merasakan juga betapa besar nikmat yang di berikan tuhan terhadap kita, sungguh
kasian apabila esok nanti anak cucu Kita hanya mendapat resiko dari apa yang
kita perbuat di hari ini.
Ayo
masyarakat Indonesia, dari yang tua sampai muda, kita Jaga dan lestarikan Alam
kita..!!

Bagus dan Mendidik,. sedikit langkah kecil yang d perbuat itu lebih bermanfaat besar dari pada diam.
BalasHapusmakasih mas, sanjungannya,..
BalasHapusaku juga setuju pendapat mas,
ribuan langkah di mulai dengan sebuah langkah kecil.. :)